Gaza Now

Do you see the soldiers they’re out today?
They brush the dust from bullet proof vests away.
It’s ironic at times like this you pray,
but a bomb blew the mosque up yesterday.
(Linkin Park – Hands Held High)

Israel kembali membabi buta. Tentara zionis menyerang kapal yang ditumpangi ratusan relawan dari berbagai negara, tim Mer-C, dan reporter tvOne Muhammad Yasin. Kapal tersebut dalam perjalanan menembus blokade Israel menuju jalur Gaza.

“Israel menyerang kapal. Diduga tiga orang syahid dan 30 orang terluka,” kata Rima, anggota tim Mer-C melalui sambungan telepon dalam acara Apa Kabar Indonesia Pagi, di tvOne, Senin (31/5/2010).

“Israel sedang melakukan holocaust di mana seluruh dunia menyaksikan dan tidak menghentikan itu.”, kata juru bicara Hamas, Fauzi Barhum.

Kenapa kita harus peduli?

Pertama, sebagai warga negara Indonesia

Landasan Konstitusional
Tercantum pada pembukaan UUD 1945…
alinea kesatu: Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.
alinea keempat: Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia…
Termaktub dalam pancasila
sila kedua: Kemanusiaan yang adil dan beradab

Landasan Historis
Ketika indonesia masih dijajah oleh belanda dan sekutunya, Palestina adalah negara yang mendukung indonesia. Sebutlah seorang Palestina yang sangat bersimpati terhadap perjuangan Indonesia, Muhammad Ali Taher. Beliau adalah seorang saudagar kaya Palestina yang spontan menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti dan berkata: “Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia ..”

Bahkan ketika indonesia baru merdeka secara de facto, pengakuan dari tokoh tokoh Timur Tengah-lah yang membuat Negara Indonesia bisa berdaulat. Dukungan Palestina diwakili oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini (mufti besar Palestina). Berita yang disiarkan di radio secara dua hari berturut-turut ini, disebarluaskan juga pada harian “Al-Ahram” yang terkenal akan ketelitiannya.

Setelah seruan itu, maka negara berdaulat yang berani mengakui kedaulatan RI pertama kali adalah Negara Mesir 1949. Pengakuan resmi Mesir itu (yang disusul oleh negara-negara Tim-Teng lainnya) menjadi modal besar bagi RI untuk secara sah diakui sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh.

DAN ITU SEMUA BERAWAL DARI PALESTINA DAN KETIKA ITU PALESTINA MASIH DIJAJAH OLEH BANGSA YAHUDI DAN FREEMASONRY!

Hikmah yang bisa diambil, kita tidak perlu menunggu diri kita dan orang disekitar kita ‘sempurna’ untuk membantu orang lain yang jauh. Itu semua bisa dilakukan secara bersamaan, tergantung sebesar apa kepedulian kita…

Jadi, masih egoiskah kita hanya memikirkan diri sendiri dan negara sendiri? Padahal kita punya hutang kepada Palestina yang turut memerdekakan negeri ini.

Sebagai umat Islam

Landasan Naqli
“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al Hujurat: 10)
“Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai dan berkasih sayang adalah ibarat satu tubuh; apabila satu organnya merasa sakit, maka seluruh tubuh akan sulit tidur dan merasa demam.” (HR. Muslim)
“Belum sempurna iman seseorang sampai ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari-Muslim)

Landasan Historis
Pada tahun 635 M, Khalid bin Walid memenangkan Palestina untuk umat Islam dari Romawi Binzantium di Damaskus. Tanah Palestina pun diserahkan oleh seorang pendeta kepada khalifah saat itu, Umar bin Khattab ra, secara formal. Kemudian, Umar mewaqafkan Yerusalem dan tanah Palestina kepada umat Islam seluruh dunia pada tahun 637 M. Tetapi, pada tahun 1099 M tentara salib menguasai Palestina dan kota Yerusalem secara paksa dengan membantai 70.000 orang umat Islam. Beberapa tahun kemudian, Shalahuddin Yusuf bin Ayyub atau biasa disebut Salahuddin Al Ayubbi mengembalikan Palestina kembali dalam pangkuan Islam dan tetap mempertahankannya, meskipun selama lima tahun sampai 1192 M, harus berperang dengan seluruh raja-raja besar Eropa seperti Richard (Inggris), Frederick (Jerman), Leopold (Austria), Louis (Perancis), dan raja Sisilia, yang berusaha merebut Yerusalem kembali, tetapi mereka tidak berhasil.

Dalam naungan Islam, negeri Palestina dan kehidupan antar bangsa Yahudi, Filistin, dan Arab sangat sejahtera. Sampai, bangsa Yahudi yang tinggal diluar Palestina, mulai menguasai perekonomian Eropa (1700M) dan para ilmuwan mereka mulai berfikir merumuskan teori revolusi yang akan menghancurkan kehidupan manusia, dengan tujuan untuk mengacau dunia sehingga mempermudah jalan menuju Palestina.
Kemudian muncullah Zionisme Internasional (1776M), Theodore Herzl membuat buku der Yudentaat-negara Yahudi (1896), Konferensi Basel di Swiss untuk Penghancuran Bani Ustmaniyah (1897), dan Perjanjian Balfour untuk memberikan Palestina sebagai tanah air bagi Yahudi (1917). Itu semua adalah konspirasi-kospirasi awal untuk menjajah Palestina dan merebutnya secara tidak sah.
Setelah itu, seperti yang kita ketahui, aktivitas Freemasonry meningkat untuk menjatuhkan Sultan Abdul Hamid dari kursi khilafah (1907), Khilafah Runtuh oleh Inggris (1924), Resolusi PBB tentang pembagian tanah Palestina anatara penduduk Palestina dengan Yahudi pendatang itu. (1947), Israel Berdiri (1948). Selanjutnya, lihatlah dunia saat ini. Sangat jauh dari kedamaian seperti ketika Islam menguasai Palestina.

Jadi, sejatinya Palestina itu masih milik UMAT ISLAM, maka dari itu KITA AKAN MEREBUTNYA KEMBALI!

Sebagai manusia

Patutkah semua kepentingan dan egoisme menghalangi rasa kemanusiaan?
Silakan hitung sendiri, ada berapa perjanjian, kesepakatan, undang-undang, dan semacamnya untuk menegakkan HAM di Bumi ini…
Atau silakan berkaca, apakah dirimu MANUSIA?

“Aku tidak tahu, apa alasan manusia untuk saling membunuh? Namun, perlukah alasan bagi manusia untuk saling menolong?” (Shinichi Kudo/Aoyama Gosho)

Apa yang bisa kita lakukan?

Nah, jika merasa belum bisa bantu banyak, masih banyak caranya kok:
1. Yuk, boikot produk-produk yang mendukung zionisme!
2. Jangan lupa untuk selalu mendoakan saudara kita di Palestina agar dimudahkan. Maksud dimudahkan di sini, bukanlah masalahnya dipermudah, melainkan diberi kekuatan dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
3. Kita juga bisa berjihad dengan amwal (harta).
4. Atau propaganda akan kebiadan Israel di kantor, sekolah, kampus, jalan, dll.

AYO, TERIAKKAN “BIRRUH BIDDAM, NAFDIKA YA AQSHA!”

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.